Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kepastian Hukum di Kabupaten Manokwari

Penulis

  • Alice Ance Bonggoibo Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari Penulis
  • Jefri Bernhard Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari Penulis
  • Siti Fatimah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari Penulis
  • Markham Faried Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64147/dokhum.v2i1.19

Kata Kunci:

Tata Kelola, Pemerintahan Daerah, Hukum Administrasi Negara, Manokwari

Abstrak

Kajian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi tata kelola pemerintahan daerah di Kabupaten Manokwari akibat tumpang tindih kewenangan, keterbatasan kapasitas aparatur, serta lemahnya transparansi dan pengawasan. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan daerah ditinjau dari perspektif yuridis serta merumuskan strategi penguatannya berdasarkan prinsip good governance. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan analitis melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah telah sesuai dengan kerangka konstitusional dan peraturan perundang-undangan, namun implementasinya belum optimal. Penguatan tata kelola memerlukan harmonisasi regulasi, restrukturisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, digitalisasi pelayanan publik, serta penguatan pengawasan internal dan eksternal untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, transparan, akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kepastian hukum.

Referensi

[1] I. Iskatrinah, “Politik Hukum Pemekaran Daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Lega Lata J. Ilmu Huk., vol. 2, no. 1, pp. 23–44, 2017, doi: 10.30596/dll.v2i1.1134.

[2] A. Trisno, M. Lapian, and S. Pangemanan, “Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Pelayanan Publik di Kecamatan Wanea Kota Manado,” Eksek. J. Ilm. Program Studi Ilmu Pemerintah. Jur. Ilmu Pemerintah. FISIP Unsrat, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2017.

[3] A. K. Maranjaya, “Good Governance Sebagai Tolak Ukur Untuk Mengukur Kinerja Pemerintahan,” J. Sos. Teknol., vol. 2, no. 11, pp. 929–941, 2022, doi: 10.59188/jurnalsostech.v2i11.474.

[4] D. Mulyono, “Analisis Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Pelaksanaan Pelayanan Publik di Kelurahan Pondok Kacang Timur Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan,” J. MoZaiK, vol. 9, no. 2, pp. 94–100, 2017.

[5] H. Faisal, “Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Daerah,” Bappenas Work. Pap., vol. 8, no. 3, pp. 460–484, 2025, doi: 10.47266/bwp.v8i3.411.

[6] A. S. Ibrahim and I. Idris, “Analisis Yuridis Terhadap Penyalahgunaan Wewenang dalam Administrasi Pemerintahan: Tinjauan Berdasarkan Undang-Undang No. 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan,” J. Rectum, vol. 7, no. 1, pp. 116–125, 2025, doi: 10.46930/jurnalrectum.v7i1.5350.

[7] A. Kalisha, M. Riwanto, D. Giatman, and P. Malau, “Analisis Yuridis Penyalahgunaan Wewenang dalam Politik Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Mencapai Tujuan Pemerintahan yang Efektif,” J. Ris. Rumpun Ilmu Sos. Polit. Dan Hum., vol. 5, no. 3, pp. 190–204, 2026, doi: 10.55606/jurrish.v5i3.8083.

[8] N. Hidayati, “Tinjauan Yuridis Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Menuju Good Governance,” Orbith Maj. Ilm. Pengemb. Rekayasa Dan Sos., vol. 19, no. 3, pp. 354–365, 2023, doi: 10.32497/orbith.v19i3.5328.

[9] S. Dawolo, D. A. Rumokoy, and D. S. S. Lumintang, “Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Prinsip Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Berdasarkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa,” Lex Crim., vol. 13, no. 5, pp. 1–13, 2025.

[10] J. T. Ama and S. A. Kadir, “Tinjauan Yuridis Peyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Yang Bersih Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Menuju Good Governance,” Media Huk. Indones., vol. 2, no. 3, pp. 205–216, 2024, doi: 10.5281/ZENODO.11638036.

[11] R. N. Rizky and N. T. Humaira, “Analisis Yuridis Terhadap Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah,” Indones. J. Law Justice, vol. 3, no. 4, pp. 1–16, 2026, doi: 10.47134/ijlj.v3i4.6057.

[12] H. S. Nazief, “Hukum Pemerintahan Daerah dalam Tata Kelola Lokal,” Bengkel Kata J. Islam. Multidiscip. Humanit., vol. 2, no. 1, pp. 137–154, 2026, doi: 10.15548/bk.v2i1.127.

[13] N. Nurdin, F. A. Jiwantara, S. Hasanah, and N. Septyanun, “Analisis Yuridis Mekanisme Penyelesaian Sengketa Aset Pasca Pemekaran Daerah dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara,” Al-Zayn J. Ilmu Sos. Huk., vol. 4, no. 4, pp. 14450–14464, 2026, doi: 10.61104/alz.v4i4.10549.

[14] M. Muhadi, “Tinjauan Yuridis Implementasi Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan,” J. Huk. Malahayati, vol. 5, no. 1, pp. 43–53, 2024, doi: 10.33024/jhm.v5i1.15264.

[15] M. F. Arif, “Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik,” Siyasah J. Huk. Tata Negara, vol. 6, no. 2, pp. 55–62, 2023.

[16] S. Jabar, A. Frinaldi, and R. Roberia, “Akuntabilitas dan Transparansi dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara,” Gudang J. Multidisiplin Ilmu, vol. 2, no. 12, pp. 720–728, 2024, doi: 10.59435/gjmi.v2i12.1196.

[17] M. Ana, “Menyongsong Reformasi Birokrasi Tahap Kedua Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,” J. Borneo Adm., vol. 7, no. 1, pp. 24–44, 1969, doi: 10.24258/jba.v7i1.68.

Diterbitkan

2026-08-07

Cara Mengutip

Bonggoibo, A. A. ., Bernhard, J. ., Fatimah, S. ., & Faried, M. . (2026). Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kepastian Hukum di Kabupaten Manokwari. Jurnal Paradoks Hukum, 2(1), 51-68. https://doi.org/10.64147/dokhum.v2i1.19