Partisipasi Semu dalam Tata Kelola Hutan Konservasi Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.64147/dokhum.v1i2.10Keywords:
Konservasi Hutan, Pendekatan Kolaboratif, Partisipasi MasyarakatAbstract
Dilatarbelakangi oleh ketimpangan antara orientasi konservasi yang berpusat pada negara dan kebutuhan pengakuan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan konservasi di Indonesia. Studi ini bertujuan menganalisis peran serta bentuk partisipasi masyarakat dalam perlindungan, pemanfaatan terbatas, dan rehabilitasi kawasan, serta menilai sejauh mana regulasi kehutanan menjamin partisipasi tersebut dan mengidentifikasi keterbatasan normatif serta kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normative-empiris dengan analisis peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi masyarakat berbasis kearifan lokal signifikan, namun ruang partisipasi masih terbatas pada konsultasi tanpa kewenangan pengambilan keputusan, dengan dominasi negara dan fragmentasi regulasi sebagai hambatan utama. Disimpulkan bahwa penguatan tata kelola kolaboratif, harmonisasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan konservasi yang efektif.
References
[1] A. Titisari and N. F. Zahra, “Natural Resource Management Philosophy: Sustainability Principles in Forest Area Management Local Community-Based,” J. Socio-Cultural Sustain. Resil., vol. 3, no. 1, pp. 63–81, 2025, doi: 10.61511/jscsr.v3i1.2025.1502.
[2] M. Z. Muttaqin, I. Alviya, M. Lugina, F. A. U. Hamdani, and I. Indartik, “Developing Community-Based Forest Ecosystem Service Management to Reduce Emissions from Deforestation and Forest Degradation,” For. Policy Econ., vol. 108, pp. 1–9, 2019, doi: 10.1016/j.forpol.2019.05.024.
[3] S. Sudarmali, H. Kartodihardjo, S. Soedomo, and S. Adiwibowo, “The State and the Development of Industrial Plantation Forest,” J. Manaj. Hutan Trop., vol. 20, no. 3, pp. 159–166, 2015, doi: 10.7226/jtfm.20.3.159.
[4] S. N. Qodriyatun, “Peran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Secara Kolaboratif,” Kajian, vol. 24, no. 1, pp. 41–56, 2019, doi: 10.22212/kajian.v24i1.1858.
[5] S. Suwarsito, F. Aulia, and S. Sriwanto, “Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Karang Jeruk di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal,” Sainteks, vol. 14, no. 1, pp. 45–52, 2019, doi: 10.30595/sainteks.v14i1.4190.
[6] E. Setiawan, “Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Nasional Alas Purwo,” J. Sosiol. USK Media Pemikir. Apl., vol. 15, no. 2, pp. 174–187, 2021, doi: 10.24815/jsu.v15i2.22618.
[7] S. B. Utami and R. Pancasilawan, “Kolaborasi dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi Provinsi Jawa Barat,” J. Manaj. Pelayanan Publik, vol. 1, no. 1, pp. 59–73, 2017, doi: 10.24198/jmpp.v1i1.13550.
[8] I. S. Zamani, N. A. Arum, and D. K. A. Hasibuan, “Konservasi Hutan dan Pesisir Berbasis Partisipasi Masyarakat: Studi Kasus KPH Banawa Lalundu,” J. Celeb. J. Kehutan. Indones., vol. 6, no. 1, pp. 147–158, 2025, [Online]. Available: https://celebica.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/146
[9] F. Chandra, “Pengelolaan Kehutanan Berbasis Masyarakat Hukum Adat dalam Kerangka Konstitusi Hijau di Indonesia,” Adagium J. Ilm. Huk., vol. 3, no. 1, pp. 104–119, 2025, doi: 10.70308/adagium.v3i1.67.
[10] R. A. Sari, R. Devi, and N. Harahap, “Peran Kebijakan Publik dalam Konservasi Sumber Daya Hutan di Indonesia,” Maslahah J. Manaj. Dan Ekon. Syariah, vol. 2, no. 1, pp. 187–198, 2024, doi: 10.59059/maslahah.v2i1.685.
[11] D. Pattimahu, F. Soselisa, A. Sahupala, E. Parera, and T. Pattimahu, “Pendekatan Partisipatif Kepada Organisasi Perangkat Daerah dalam Inventarisasi Sumberdaya Alam Untuk Keberlanjutan Ekosistem Kabupaten Buru,” Maanu J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 88–103, 2025, doi: 10.30598/maanuv3i1p88-103.
[12] M. B. Degnet, E. van der Werf, V. Ingram, and J. Wesseler, “Community Perceptions: A Comparative Analysis of Community Participation in Forest Management: FSC-Certified and Non-Certified Plantations in Mozambique,” For. Policy Econ., vol. 143, pp. 1–12, 2022, doi: 10.1016/j.forpol.2022.102815.
[13] P. Bhusal, R. Parajuli, and E. O. Sills, “What Drives Participation in Community-Based Forest Management? Insights From a Global Review,” Ambio, pp. 1–17, 2025, doi: 10.1007/s13280-025-02278-7.
[14] M. Zubayr, D. Darusman, B. Nugroho, and D. R. Nurrochmat, “Principal-Agent Relationship in Policy Implementation of the Use of Forest Area for Mining Activity, Indonesia,” Agric. For. Fish., vol. 3, no. 3, pp. 181–188, 2014, doi: 10.11648/j.aff.20140303.17.
[15] Z. Yiwen, S. Kant, and J. Liu, “Principal-Agent Relationships in Rural Governance and Benefit Sharing in Community Forestry: Evidence from a Community Forest Enterprise in China,” For. Policy Econ., vol. 107, p. 101924, 2019, doi: 10.1016/j.forpol.2019.05.010.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Elrika Natsir (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


